Selasa, 09 Juli 2019
  • #gaiaekodayabuana #gaiaindonesia #mamalia #gaiaid
  • #chiroptera #ekologi
Share :

Mamalia (Class: Mammalia) merupakan kelompok satwa vertebrata dengan rentang persebaran terluas dan variasi yang sangat beragam. Mamalia tersebar mulai dari daerah tropis ke daerah kutub, di laut dan di udara. Di Indonesia sendiri terdapat lebih dari 700 spesies mamalia yang berasal dari 17 ordo. Kayanya keragaman di mamalia menjadikan kelompok satwa ini berperan penting bagi keadaan ekosistem itu sendiri.

Berdasarkan jenis makanannya mamalia di kelompokan menjadi berbagai macam yaitu, herbivora, insektivora, karnivora, dan omnivora. Beragamnya variasi makanan mamalia pada suatu ekosistem membuat mamalia berperan penting dalam jaring-jaring makanan. Secara tidak langsung di ekosistem alaminya mamalia berperan sebagai mangsa dan juga predator bagi satwa lainnya.

Sebagai salah satu kelompok herbivora pada ekosistem alami, mamalia berperan sebagai penyebar benih. Beberapa mamalia dari kelompok primata, bajing (sciuridae), tupai (scandentia) dan kelelawar pemakan buah (megachiroptera) merupakan agen penyebar benih yang baik. Daya jelajah yang cukup luas menjadikan satwa mamalia menjadi penyebar benih yang efektif pada suatu ekosistem hutan.

Kelelawar pemakan buah juga dapat menjadi penyebar benih dari satu hutan ke hutan lainnya. Kelelawar pemakan buah dari jenis kalong kapauk (Pteropus vampyrus) pernah tercatat terbang dengan jarak 130,0 (±1) km dalam jangka waktu 2 jam, dan dalam waktu satu malam pernah tercatat terbang sejauh 363,3 (±1) km. Dengan jarak tersebut bahkan dapat menyebarkan benih di ekositem hutan yang berbeda. Selain itu satwa primata bertubuh besar seperti orang utan (Pongo sp.) mampu menyebarkan biji dalam jumlah yang cukup banyak dalam satu ekosistem hutan tropis. Satu individu orangutan jantan diketahui memiliki daya jelajah mencapai 4.500 ha.

Primata merupakan kelompok mamalia yang dapat hidup di berbagai macam relung (niche). Spesies primata dari famili cercopithecidae, homidae dan beberapa lainnya memiliki variasi tipe makanan yang cukup beragam dari serangga, daun, hingga buah-buahan. Sehingga pada ekosistem hutan yang sedikit pohon buahnya (terganggu), satwa primata masih bisa bertahan. Mereka secara bertahap juga mampu mengembalikan kondisi hutan.

Bervariasinya sumber pakan juga menjadikan peran mamalia di ekosistem lebih beragam. Kelelawar pemakan serangga (microchiroptera) juga memiliki peran yang tersendiri dalam menjaga suatu ekosistem. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti di Amerika Serikat, kelelawar pemakan serangga mampu mengurangi penggunaan pestisida pada lahan pertanian. Adanya populasi kelelawar pemakan serangga dalam suatu ekosistem bernilai setara dengan 3,7 juta dolar amerika. Pertanian menggunakan pestisida juga memberikan dampak yang kurang baik bagi manusia.

Tingginya peran mamalia dalam suatu ekosistem sehingga menjadi kandidat yang sangat sesuai menjadi spesies payung. Spesies payung merupakan spesies mahluk hidup yang memiliki daya jelajah luas, sehingga bila diberikan status perlindungan akan sekaligus melindungi spesies-spesies lain yang ada di dalam daya jelajahnya. Di Indonesia terdapat 137 spesies mamalia yang di lindungi (Peraturan pemerintah nomor 106 tahun 2018). Berdasarkan IUCN (International Union on Conservation Network), di Indonesia terdapat lebih dari 700 spesies mamalia, 30 spesies/subspesies diantaranya masuk dalam kategori kritis (critically endangered), 68 spesies terancam (endangered).