Senin, 19 Agustus 2019
  • #orangutanindonesia #gaiaekodayabuana #orangutan #saveorangutan
Share :
Deforestasi Masih Menjadi Ancaman Keberadaan Orangutan

 

Hilangnya habitat Orangutan akibat deforestasi yang tidak berkelanjutan menjadi salah satu faktor konflik terhadap manusia tak kunjung selesai. Jika hal tersebut terus dilakukan, maka kepunahan terhadap keberadaan Orangutan semakin melaju pesat. Kerusakan yang terus terjadi tidak hanya mengancam terhadap Orangutan saja, namun juga mengancam kehidupan spesies lainnya.

Orangutan adalah kerabat spesies terdekat dari manusia. Manusia berbagi sekitar 97 persen DNA-nya terhadap Orangutan yang kesamaannya terletak pada otak kongnitif. Bagaimana prilaku Orangutan belajar hampir sama dengan manusia, itu kenapa Orangutan mampu belajar bertahan hidup dengan kondisi lingkungannya secara produktif dan berkelanjutan.

Deforestasi secara besar-besaran telah merampas habitat hutan sebagai tempat tinggalnya yang membuat keberadaan kera besar ini populasinya menurun drastis. The International Union for Conservation of Nature (IUCN) memasukkannya tiga spesies yaitu (Orangutan Sumatera, Kalimantan, dan Tapanuli) dalam daftar merah kategori terancam punah (endangered).

Seperti dilansir dalam KOMPAS pada bulan Juli kemarin, populasi Orangutan di Kalimantan tahun 2019 semakin berkurang. Statusnya saat ini genting dan keberadaan Orangutan Kalimantan memasuki tahap kritis akibat habitatnya dirampas dan perburuan serta perdagangan ilegal. Pada tahun 2017 lalu, laju deforestasi masih di kisaran 97.000 hektar, akibatnya deforestasi membuat habitat Orangutan terfragmentasi sehingga konflik terhadap manusia semakin meningkat.