Jumat, 24 Juli 2020
  • #tamannasionalbaluran #gaiaekodayabuana #nationalpark
Share :
Jalan Jalan ke Taman Nasional Baluran

Panas dan gersang seperti tidak ada kehidupan. Padang savana yang luas seakan bukan berada di negeri sendiri. Mengungkap keragaman hayati Taman Nasional Baluran yang menyimpan banyak kekayaan. Keberadaannya menjadi sangat penting bagi kehidupan satwa liar yang membuat padang savana menjadi eksotis. Sebut saja, burung Merak jawa atau Merak hijau (Pavo muticus), Lutung jawa (Trachpithecus auratus), Rusa timor (Cervus timorensis) dan banyak lagi seperti Banteng jawa (Bos javanicus) menjadi penghuni tetap di kawasan Taman Nasional yang secara fisik mirip dengan safari di Afrika.

Kawasan terbentang sekitar 25.000 hektar ini setidaknya dibagi menjadi beberapa zonasi kawasan, di antaranya zona inti, zona rimba, zona perlindungan bahari, zona pemanfaatan, zona tradisional, zona rehabilitasi dan zona khusus. Dari sekian banyak zona tersebut, zona inti menjadi zona paling penting, karena menjadi kawasan tempat perlindungan bagi satwa ikonik di Taman Nasional Baluran.

Berkunjung ke Taman Nasional Baluran tidaklah sulit. Terletak di Kecamatan Banyu Putih, Kabupaten Situbondo yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur wilayah Utara berbatasan dengan selat Madura. Memiliki suhu udara sekitar 27 - 34 derajat Celcius. Jadi jangan lupa jika ingin berkunjung ke lokasi ini harus membawa sunblock dan juga obat anti serangga.