Jumat, 24 Juli 2020
  • #pulaunasi #aceh #destinasiwisata #gaiaekodayabuana
Share :


Pulau yang terletak di ujung barat Aceh ini merupakan salah satu pulau yang berada diluar daratan Pulau Sumatera. Bila dilihat didalam peta secara geografis letaknya berada di ujung seberang daratan Sumatera. Pulau yang secara Administratif masuk dalam struktur wilayah Kecamatan Pulau Aceh, Kabupaten Aceh Besar ini merupakan salah satu pulau huni atau pemukiman yang terbagi menjadi lima desa yaitu Desa Deudap, Desa Alue Reuyeung, Desa Pasi Janeng, Desa Lamting, dan Desa Rabo.

Kondisinya yang berada di seberang daratan kota Banda Aceh pulau ini menarik untuk bisa dikunjungi. Pelabuhan Uleelheu yang berada di Banda Aceh menjadi salah satu akses berlabuhnya bagi para penumpang baik yang datang dari pulau maupun yang ingin menuju ke pulau. Boat istilah sebutan kapal motor bagi masyarakat menjadi sarana transportasi yang biasa digunakan ini memiliki dua dermaga yang dijadikan berlabuhnya dari daratan Banda Aceh ke Pulau Nasi. Pelabuhan utama yaitu dermaga Lamting yang berada di Desa Lamting dan dermaga Deudap, yang kebetulan memang berada di Desa Deudap.

Boat moda transportasi vital bagi masyarakat di Pulau Nasi karena sebagai penghubung untuk ke daratan Banda Aceh. Dalam sehari hanya ada dua trip pemberangkatan saja berangkat dan pulang. Jadwal pemberangkatan biasanya dari pulau pagi hari pukul 07.30 WIB sampai di daratan Banda Aceh sekitar satu jam setengah perjalanan. Pada siang harinya boat kembali berangkat pukul 13.00 WIB atau paling telah pukul 14.00 WIB menuju ke pulau. Terkadang waktu pemberangkatan maupun kembali pulang juga bisa berubah, tergantung kondisi musim perubahan angin laut, baik timur maupun barat. Dalam seminggu jadwal perjalanan hanya hari Jumat saja boat tidak beroperasi, karena biasanya masyarakat di pulau meliburkan diri dengan mengisi waktu untuk bergotong royong di desanya masing – masing.

Keindahan alam laut Pulau Nasi

Panorama laut yang indah dengan lebatnya pohon nyiur sudah menjadi ciri khas bagi pulau ini. Hamparan pasir pantai yang putih membentang panjang dengan pantai yang landai menjadi daya tarik tersendiri untuk dikunjungi. Bagi sebagian warga yang datang ke pulau ini bisa memanfaatkan hobby seperti memancing maupun menyelam.

Selain handalannya pantai dan laut, pulau ini juga terdapat tebing-tebing yang begitu cadas menjulang tinggi seperti sisa reruntuhan dari masa lampau. Terdapat sumber mata air yang menjadi sumber air bagi masyarakat di pulau dan yang tidak kalah serunya yaitu kekayaan hasil alam lautnya seperti ikan, gurita, lobster maupun sotong. Maka tak heran jika masyarakat nelayan di pulau ini hampir setiap harinya mengirim hasil tangkapnya untuk dijual kedaratan Banda Aceh. Selain itu juga terdapat sebuah bangunan Mercusuar disalah satu desa yang berada di ujung timur desa Deudap.

Berkunjung ke pulau Nasi tidak ada salahnya, karena bisa menjadi salah satu alternatif untuk berlibur. Panorama laut Indonesia yang kaya akan kekayaan alamnya menjadikan pulau ini menjadi salah satu destinasi wisata yang indah. Akses untuk berlabuh di dermaga Lamting di Desa Lamting yang jarak tempuhnya kurang lebih 10 kilometer menuju Desa Rabo desa yang terdekat. Kondisi jalur berupa bebatuan dan tanah dengan panjang tanjakan sekitar lima kilometer dengan kemiringan ketinggian kurang lebih 30 sampai dengan 40 derajat. Untuk jarak dari satu desa ke desa lain bisa ditempuh sekitar tiga sampai dengan lima kilometer  dengan kondisi jalur tanah dan menanjak. Untuk menuju ke pulau jangan lupa untuk meminta ijin kepada kepala desa atau Keuchik desa setempat karena pulau ini merupakan salah satu pulau pemukiman yang berada di wilayah Pulau Aceh. Dengan berbekal nasi bungkus menikmati keindahan alam laut Pulau Nasi patut untuk didatangi.


Selamat menikmati perjalanan