Selasa, 08 September 2020
Share :
Menengok Nasib Monyet Ekor Panjang di Pesisir Jakarta

Bisa dikatakan sudah tahunan melihat kondisi mamalia Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) yang harus beradapatasi dengan kondisi lingkungan. Pemandangan bagaimana sekelompok monyet tersebut harus mencari makan dari sisa sampah yang ada di pesisir Jakarta.

Bagaimana berusaha bertahan hidup dari keseimbangan ekosistem yang ada di kawasan dekat dengan lahan konservasi Hutan lindung dan Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA). Monyet ekor panjang menjadi salah satu rantai kehidupan yang selama ini hidup di Utara Jakarta. Berkembang biak untuk mempertahankan siklus kehidupan dengan kondisi habitat yang kian memprihatinkan.

Belum lagi ditambah dengan kondisi berdekatan dengan pemukiman yang itu dapat memicu konflik antara makhluk hidup satwa dengan manusia. Bagaimana Monyet ekor panjang dapat masuk ke kawasan pemukiman dengan ‘mencuri’ makanan, atau bahkan berkeliaran di pinggir jalan menunggu pemberian makan dari orang yang ingin sekedar untuk mencari hiburan.

Kondisi tersebut dari tahun ke tahun tetap ada hingga sekarang. Ketersediaan makanan di kawasan tersebut menjadi sangat penting, karena untuk menjaga proses kehidupan tetap berjalan. Namun dalam pengamatan di lapangan, masih saja terlihat monyet tersebut mencari makan dari sisa-sisa sampah yang dibuang oleh manusia, atau juga mengandalkan pemberian dari manusia. Perubahan prilaku terhadap Monyet ekor panjang juga menjadi sebab, mengapa keberadaan mereka menjadi begitu bergantung terhadap kehadiran manusia.

Berikut ini potret di mana keberadaan Monyet ekor panjang yang mencari makan dari sisa sampah yang ada di pinggir sungai Angke, Jakarta Utara.