NEWS

Amfibi Dan Proyek Karbon: Dampak Proyek Karbon Terhadap Amfibi

Amfibi merupakan salah satu hewan yang  sangat rentan terhadap perubahan kondisi iklim karena siklus hidupnya yang membutuhkan lingkungan akuatik dan terestrial (Steigerwald, 2021). Secara fisiologis, amfibi dapat terpengaruh secara signifikan oleh perubahan dalam suhu, air, dan kelembaban karena sifatnya yang ektotermik, telur yang tidak bercangkang dan rentan terhadap dehidrasi, juga kulitnya yang permeabel terhadap air (Amphibian Ark, 2022; Bishop et al., 2012; Steigerwald, 2021). Kulit amfibi yang permeabel ini menunjukkan kulitnya yang tipis dan dapat menyerap air dan juga oksigen langsung dari lingkungan sekitarnya.

Secara perilaku, amfibi memiliki kemampuan dispersi yang terbatas dan kecenderungan kuat terhadap suatu lokasi. Sehingga memengaruhi kemampuannya mengikuti relung iklim mereka saat relung tersebut bergeser secara geografis dan menghambat kemampuan mereka dalam menempati area baru dengan kondisi yang menguntungkan. Secara ekologi, amfibi sangat bergantung pada ketersediaan air yang memainkan peran kritis dalam reproduksi, siklus hidup, tingkat aktivitas, dan migrasi. Hal-hal tersebut menjadikannya memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap perubahan iklim.

Peran Amfibi dalam Ekosistem dan Siklus Karbon

Amfibi sebagai bagian dari rantai makanan dalam ekosistem, baik sebagai predator (pemakan serangga) dan invertebrata lain, ataupun mangsa  (sumber makanan bagi ikan, reptil, burung, hingga mamalia). Sebagai predator, amfibi mengontrol populasi invertebrata yang memengaruhi laju dekomposisi bahan organik dan ketersediaan nutrisi dalam ekosistem. Dengan berfungsi sebagai mata rantai penting dalam jaring makanan, perubahan populasi amfibi dapat memiliki efek trofik hilir dan hulu. Hal tersebut secara tidak langsung mengubah struktur dan dinamika seluruh jaring makanan.

Selain itu, melalui ekskresi limbah dan proses dekomposisi setelah mati, amfibi berkontribusi pada siklus nutrien, termasuk pergerakan karbon dan nutrisi lainnya di dalam tanah dan air. Kemampuan bioturbasinya  – menggali tanah atau melakukan pergerakan di habitat akuatik, dapat memengaruhi struktur tanah dan sedimen yang secara tidak langsung dapat memengaruhi penyimpanan karbon di lingkungan tersebut.

Kehadirannya juga menjadi indikator kesehatan ekosistem. Ekosistem yang sehat dan  didukung oleh populasi amfibi yang beragam, cenderung lebih efektif dalam menyimpan karbon.

Dampak Proyek Karbon Bagi Keberadaan Amfibi

Proyek karbon memiliki pengaruh yang kompleks, dengan potensi dampak positif dari mitigasi perubahan iklim jangka panjang, namun juga risiko dampak negatif langsung terhadap habitat amfibi jika tidak dikelola dengan hati-hati.

Beberapa proyek karbon melibatkan restorasi hutan, pengelolaan lahan gambut, atau reforestasi. Upaya ini dapat menciptakan atau memulihkan habitat yang cocok bagi amfibi, seperti menyediakan tempat berteduh, sumber air, dan kelembapan yang dibutuhkan. Proyek yang berhasil merestorasi atau melindungi hutan dan lahan basah dapat menciptakan atau memperbaiki habitat penting bagi amfibi, sehingga mendukung kelangsungan hidup populasi mereka.

Hubungan antara amfibi dan proyek karbon bersifat kompleks, di mana perubahan iklim yang disebabkan oleh emisi karbon menjadi ancaman utama bagi kelangsungan hidup amfibi, sementara proyek karbon yang dilakukan dengan pertimbangan ekologis, dapat membantu mitigasi dampaknya. Secara ringkas, amfibi berperan penting dalam menjaga ekosistem yang sehat yang mendukung siklus karbon, dan kelangsungan hidup mereka dipengaruhi oleh keberhasilan dan implementasi proyek karbon. Kaitan antara amfibi dengan proyek karbon bersifat tidak langsung dan kompleks, terutama melibatkan peran amfibi dalam ekosistem dan dampak proyek terhadap habitat mereka.

Secara keseluruhan, kelangsungan hidup amfibi bergantung pada keberhasilan upaya global untuk mengurangi emisi karbon. Dampak proyek karbon terhadap amfibi sangat bergantung pada jenis proyek dan pengelolaannya. Proyek yang dirancang dengan baik, yang mengutamakan konservasi keanekaragaman hayati dan ekosistem asli di samping tujuan karbonnya, cenderung memberikan manfaat. Sebaliknya, proyek yang hanya fokus pada kuantitas karbon tanpa mempertimbangkan kebutuhan ekologis spesifik amfibi dapat menimbulkan risiko serius. Proyek karbon harus memasukkan perlindungan keanekaragaman hayati, termasuk amfibi, sebagai komponen kunci untuk memastikan solusi iklim yang holistik dan berkelanjutan.

 

Penulis : Fajar Kaprawi/ Biodiversity Officer Gaia Indonesia

 

Amphibian Ark.  2022. Amphibians as indicators of environmental health and their contribution to humanity. https://www.amphibianark.org/the-crisis/amphibians-as-indicators/ . Diakses tanggal 1 November 2025.

Bishop PJ, Angulo A, Lewis JP, Moore RD, Moreno GBR et J. 2012. The Amphibian Extinction Crisis – what will it take to put the action into the Amphibian Conservation Action Plan?. SAPIENS 5 (2): 97 – 111.

Steigerwald, E. 2021. Impacts Of Climate Change On Amphibians. https://amphibiaweb.org/declines/climatechange.html University of California, Berkeley, CA, USA. Diakses tanggal 1 November 2025.

Ask Our Expert

Join hands with GAIA, your dedicated partner in Southeast Asia, to make a lasting impact on our planet. With our expert team and local insights, we help you meet your climate, biodiversity, and social goals efficiently and effectively.

Contact Form