GALLERY

Melihat Lebih Dekat Bekantan Dari Kota Tarakan

Dibuka secara umum, Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Kota Tarakan, Kalimantan Utara dibuka mulai pukul 07.00 WITA sampai dengan 17.00 WITA dengan harga tiket Rp 5.000

Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) juga menjadi salah satu destinasi wisata edukasi bagi anak-anak yang ingin mengenal Bekantan secara langsung

Memiliki luas sekitar 22 hektar, kawasan ini menyediakan jalur di yang menyajikan berbagai jenis mangrove yang tumbuh di lokasi tersebut

Kawasan mangrove memang menjadi salah satu habitat bagi keberadaan Bekantan, primata yang hanya dijumpai di pulau Borneo

Mereka berpindah dari pohon satu ke pohon yang lain dengan cara melompat diikuti oleh kawasan lainnya

Terkadang juga duduk dibatang mangrove untuk mengamati sekitar

Atau bersantai setelah kenyang makan

Primata Bekantan dilindungi oleh undang undang dan keberadaannya penting untuk dijaga

Lokasi KKMB yang letaknya berada di pusat kota Tarakan menjadi salah satu kawasan konservasi penyeimbang dan juga bagian dari urban biodiversity

Sinar matahari pagi belum menembus rerimbun pohon yang berada di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Areal konservasi yang memiliki luas sekitar 22 hektar ini merupakan kawasan lindung yang memiliki fungsi tidak saja hanya secara ekologis, namun juga penyeimbang sebuah kota.

Kawasan hutan mangrove yang dihuni berbagai jenis satwa mulai dari jenis burung, herpotofauna, dan juga mamalia ini berlokasi tidak jauh dari pusat kota. Sebagai salah satu destinasi wisata bagi pelancong dari dalam negeri maupun luar negeri, tempat ini sudah dilengkapi beberapa fasilitas Keberadaan satwa Bekantan (Nasalis larvata) menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung karena bisa melihat langsung dari jarak aman. Primata asli pulau Borneo berstatus terancam punah ini sama sekali tidak takut akan kehadiran pengunjung karea sudah terbiasa. Keberadaan Bekantan di KKMB Kota Tarakan yang saat ini dikelola oleh Dinas Kehutanann Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara secara populasi mengalami peningkatan dari upaya penambahan jumlah yang didatangkan dari Kabupaten Berau, Kalimantan Timur di tahun 2002. Saat ini jumlahnya sekitar 41 individu terdiri dari tiga kelompok yang setiap kelompoknya dipimpin oleh satu Jantan dan beberapa individu Betina serta anaknya.

Tidak hanya Bekantan, kelompok primata seperti Monyet ekor panjang (Macaca fasicularis) juga terlihat di kawasan tersebut. Berdasarkan catatan, kawasan lindung KKMB memiliki sekitar 15 jenis mangrove, empat jenis mamalia, lima jenis reptile dan 18 jenis burung.

Keberadaan Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan merupakan kawasan penting yang harus dijaga dan dilindungi. Lokasinya yang berada di pusat kota memberi kontribusi positif dalam rangka upaya mendorong akan keberadaan keanekaragaman hayati perkotaan atau urban biodiversity. Isu ini menjadi salah satu isu yang disuarakan dalam upaya menjaga tata ruang kota yang lebih seimbang dan sehat, tidak hanya bagi manusianya, namun juga bagi makhluk hidup yang ada di sekitarnya

 

 

Penulis : Dedy Istanto/ Gaia Indonesia

 

Ask Our Expert

Join hands with GAIA, your dedicated partner in Southeast Asia, to make a lasting impact on our planet. With our expert team and local insights, we help you meet your climate, biodiversity, and social goals efficiently and effectively.

Contact Form