Sinar matahari pagi belum menembus rerimbun pohon yang berada di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Areal konservasi yang memiliki luas sekitar 22 hektar ini merupakan kawasan lindung yang memiliki fungsi tidak saja hanya secara ekologis, namun juga penyeimbang sebuah kota.
Kawasan hutan mangrove yang dihuni berbagai jenis satwa mulai dari jenis burung, herpotofauna, dan juga mamalia ini berlokasi tidak jauh dari pusat kota. Sebagai salah satu destinasi wisata bagi pelancong dari dalam negeri maupun luar negeri, tempat ini sudah dilengkapi beberapa fasilitas Keberadaan satwa Bekantan (Nasalis larvata) menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung karena bisa melihat langsung dari jarak aman. Primata asli pulau Borneo berstatus terancam punah ini sama sekali tidak takut akan kehadiran pengunjung karea sudah terbiasa. Keberadaan Bekantan di KKMB Kota Tarakan yang saat ini dikelola oleh Dinas Kehutanann Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara secara populasi mengalami peningkatan dari upaya penambahan jumlah yang didatangkan dari Kabupaten Berau, Kalimantan Timur di tahun 2002. Saat ini jumlahnya sekitar 41 individu terdiri dari tiga kelompok yang setiap kelompoknya dipimpin oleh satu Jantan dan beberapa individu Betina serta anaknya.
Tidak hanya Bekantan, kelompok primata seperti Monyet ekor panjang (Macaca fasicularis) juga terlihat di kawasan tersebut. Berdasarkan catatan, kawasan lindung KKMB memiliki sekitar 15 jenis mangrove, empat jenis mamalia, lima jenis reptile dan 18 jenis burung.
Keberadaan Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan merupakan kawasan penting yang harus dijaga dan dilindungi. Lokasinya yang berada di pusat kota memberi kontribusi positif dalam rangka upaya mendorong akan keberadaan keanekaragaman hayati perkotaan atau urban biodiversity. Isu ini menjadi salah satu isu yang disuarakan dalam upaya menjaga tata ruang kota yang lebih seimbang dan sehat, tidak hanya bagi manusianya, namun juga bagi makhluk hidup yang ada di sekitarnya
Penulis : Dedy Istanto/ Gaia Indonesia

















